Selasa, 10 Maret 2026

LOVE & SACRIFICE

 


Love & sacrifice atau Cinta dan pengorbanan. Dua hal yang kata orang tidak bisa terpisahkan. Jika kita mencintai, maka kita juga harus bisa berkorban. Berkorban disini bisa dalam berbagai hal : berkorban waktu, tenaga, bahkan uang (rela menabung untuk bisa menraktir pacar itu termasuk pengorbanan). Jika anda tidak bersedia untuk berkorban, maka anda dikatakan “tidak mencintai”. Itulah ukuran dalam mencintai : harus ada pengorbanan.

Namun, ada satu hal yang berkaitan dengan pengorbanan yang belum saya cantumkan di atas, yang memiliki nilai tertinggi dalam klasifikasi sikap berkorban, yaitu : berkorban nyawa. Hal berkorban nyawa bukanlah hal yang mudah, karena ini menyangkut nyawa, menyangkut mati dan hidup. Berkorban nyawa berarti : memberikan nyawa / rela mati bagi seseorang yang dicintai. Hal yang mungkin sangat sulit kita temukan di dunia nyata (bukan berarti tidak ada).

Dalam tulisan kali ini, saya mau membahas beberapa film yang mengangkat tema : Rela mati bagi orang yang dikasihi. Dari begitu banyak film, saya akan mengangkat 4 ini. Selain karena popular, film-film ini juga sudah saya nonton.

1.    Romeo + Juliet

Poster film Romeo + Juliet (1996)

Romeo & Juliet adalah suatu kisah karangan William Shakespeare yang ditulis antara tahun 1591-1595. Film ini diangkat ke layar lebar pada tahun 1996, disutradarai oleh Bazz Luhrmann. Film ini bercerita tentang seorang pemuda tampan yang bernama Romeo Motague (Leonardo Dicaprio) yang jatuh cinta kepada seorang pemudi tampan yang bernama Juliet Capulet (Claire Daines). Cinta mereka terhalang oleh satu masalah besar : permusuhan keluarga. Keluarga Capulet adalah musuh besar keluarga Montague. Permusuhan ini tidak hanya terjadi pada Lord Capulet dan Lord Montague, tetapi merambat sampai kepada istri, anak, keponakan dan seluruh keluarga mereka. Namun begitulah kekuatan cinta – cinta kuat seperti maut (bdk. Kidung Agung 8:6) – walaupun keluarga mereka bermusuhan, tetapi mereka tetap menjalin cinta. Singkat cerita, dibantu oleh pengasuh Juliet dan Pastor Laurence (sahabat Romeo), maka kedua sejoli ini diatur untuk melaksanakan kawin lari. Ps. Laurance membuat suatu skenario agar Juliet pura-pura meninggal, lalu mereka akan bertemu di Gereja dan pada akhirnya mereka melarikan diri. Romeo yang salah paham dan mengira Juliet telah benar-benar meninggal langsung saja menegak racun dan tewas seketika disamping Juliet yang sedang terbaring. Selang beberapa lama, Juliet  pun bangun dan melihat Romeo sudah tewas karena meminum racun mematikan. Juliet pun dengan hati hancur mengambil pistol pada pinggang Romeo dan menembakkannya ke kepalanya. Sekejap Juliet langsung meregang nyawa.

Romeo yang rela minum racun dan Juliet yang rela menembak kepalanya sendiri, semua itu dilakukan karena satu hal : hanya karena cinta. Romeo rela mati karena tidak ingin berpisah dengan Juliet yang dicintainya. Sebaliknya Juliet pun rela mati karena tidak ingin berpisah dengan Romeo yang dicintainya

2.    Titanic


Poster film Titanic (1997)

 Siapa yang belum pernah nonton Titanic? Film romantis dengan latar kapal mewah yang paling terkenal ini merupakan salah satu film terbaik yang pernah saya tonton. Selain menceritakan sejarah tenggelamnya kapal Titanic yang terkenal itu, kita juga disuguhi kisah cinta antara Jack Dawson (lagi-lagi Leonardo Dicaprio) dan Rose DeWitt Bukater (Kate Winslet - yang bagi saya dialah aktris tercantik sepanjang masa). Dimulai dari kisah Rose yang tertekan dan dipaksa untuk menikah dengan pria kaya pilihan orangtuanya, yaitu pebisnis muda Caledon Hockley (Billy Zane). Rose lalu mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari atas kapal, namun dicegah oleh Jack. Dari pertemuan inilah, mereka berdua langsung akrab dan saling jatuh cinta. Setelah penuh dengan drama cinta tersembunyi selama beberapa hari di atas kapal - dengan scene “I’m flying”-nya yang terkenal -, mereka berdua harus diperhadapkan dengan kenyataan bahwa : kapal terbaik zaman itu – the ship of dreams -  harus menabrak gunung es, mengalami kebocoran dan akan tenggelam. Selama beberapa jam sebelum Titanic tenggelam ke dasar, Jack berusaha keras untuk menjaga Rose dan selalu mencari cara menyelamatkan dirinya dan Rose. Hingga akhirnya mereka berdua tidak mendapatkan sekoci dan harus berada di atas kapal hingga kapal itu tenggelam. Setelah kapal tenggelam, mereka berdua lalu terapung di atas Samudra es Atlantik Utara yang sangat dingin, dengan Jack rela tetap berada di atas air dan Rose berbaring di atas papan kayu agar dia tidak terlalu kedinginan dibanding harus terendam di atas air. Pengorbanan ini pada akhirnya membuat Jack harus meninggal karena membeku, dan pada akhirnya Rose selamat setelah sekoci penyelamat datang.

Dalam film ini, Jack benar-benar berusaha keras untuk menjaga menyelamatkan Rose, hingga akhirnya rela berkorban terapung di air es dan menyebabkan dia meninggal. Pengorbanan nyawa ini dilakukan karena Jack benar-benar sangat mencintai Rose dan  dia tahu : Rose juga mencintai dia.

3.    Armageddon

Poster film Armageddon (1998)

“I don’t wanna close my eyes, I don’t wanna fall to sleep cz I miss u baby; and I don’t wanna miss a thing…” lagu slow rock keren yang tentu tidak asing lagi di telinga kita. Ya, I don’t wanna miss a thing karya Aerosmith merupakan soundtrack dari film Armageddon tahun 1998. Film ini mengisahkan tentang para pekerja kilang minyak yang dikirim ke luar angkasa untuk melakukan misi penyelamatan dunia : mengebor dan meledakkan asteroid raksasa yang akan menghantam bumi. Di Antara para pengebor minyak itu, ada dua orang yang saling berseteru : Harry Stamper (Bruce Willis) dan AJ Frost (Ben Affleck). Harry sangat membenci AJ yang playboy karena AJ memacari putri sematawayang Harry, Grace Stamper (Liv Tyler). Setelah Harry dan rekan-rekannya mendapat pelatihan oleh NASA, mereka lalu dikirimkan ke luar angkasa untuk bekerja menghancurkan asteroid tersebut. Satu per satu anggota mulai berguguran dan hanya tersisa beberapa orang, termasuk Harry dan AJ. Tiba saatnya mereka harus melakukan peledakkan bom yang ditanam di dalam asteroid, mereka mengalami kerusakan pada pengendali detonator bom jarak jauh, sehingga bom harus diledakkan secara manual yang artinya : satu orang harus berkorban untuk tetap berada di asteroid untuk mengaktifkan detotator. Saat mereka melakukan pengundian, AJ-lah yang mendapatkan undian tersebut, dan dia harus berkorban untuk mati oleh ledakan bom di asteroid. Namun, Harry mengambil alih tugas itu dan memilih menggantikan AJ untuk meledakkan asteroid. Pada akhirnya, Harry harus tewas, AJ dan rekan-rekannya yang tersisa kembali ke bumi, dan bumi diselamatkan.

Harry rela berkorban dan memilih mati karena dia sangat mencintai putrinya Grace. Dia tahu, bahwa Grace sangat mencintai AJ, demikian juga AJ sangat mencintai Grace. Harry rela mati bukan hanya agar bumi diselamatkan, tetapi juga agar anaknya bahagia dengan lelaki yang dicintai. Harry rela mati karena cintanya pada Grace, AJ, teman-temannya sesama pengebor minyak dan kepada seluruh bumi.

4.    Avengers : Endgame (2019)

Poster film Avengers : Endgame (2019)

Avengers : Endgame tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Ini merupakan salah satu film superhero terseru yang pernah saya tonton. Russo Brothers berhasil membuat satu film superhero yang memiliki standar tinggi, sehingga film-film garapan Marvel setelahnya terasa sangat biasa-biasa saja. Perjuangan para Avengers : Captain America, Ironman, Hulk, Thor, Black Widow dkk yang berusaha mati-matian mengalahkan Thanos yang ingin menguasai Infinity Stone demi proyek besarnya : melakukan pemusnahan massal di seluruh alam semesta agar alam dapat menjadi seimbang, menjadikan film ini sangat menarik ditonton. Saya mungkin tidak akan membahasnya terlalu panjang karena saya yakin, para pembaca sudah menonton film ini. Salah satu hal yang menarik dari film ini adalah : pengorbanan yang dilakukan oleh Tony Stark – sang Ironman (Robert Downey Jr) pada akhir pertarungan, dimana Tony berhasil mendapatkan seluruh infinity stone dan menjentikkan jari yang pada akhirnya memusnahkan Thanos dan seluruh pasukannya. Sayangnya, dibalik baju bajanya Tony hanyalah manusia biasa, sehingga dia tidak mampu menahan kekuatan dari infinity stone. Ini menyebabkan Tony meninggal di medan pertempuran.

Tony rela berkorban karena dia tahu bahwa ada banyak orang yang harus diselamatkan dari proyek Thanos : kekasihnya Pepper Potts, sahabat-sahabatnya para Avengers dan seluruh isi alam semesta


Empat film sudah kita bahas, dan kita akan menemukan pola yang sama dari keempat film ini yaitu : mereka semua rela mati demi orang-orang yang adalah kekasih mereka, anak mereka dan sahabat-sahabat mereka. Romeo rela mati karena dia mencintai Juliet dan Juliet juga mencintainya. Jack rela mati karena dia mencintai Rose dan Rose juga mencintainya. Harry rela mati karena dia mencintai Grace dan Grace juga mencintainya. Tony rela mati karena dia mencintai Pepper dan Pepper juga mencintainya. Begitu juga dengan para Avengers yang lain.

Pengorbanan dalam kisah seperti ini sudah dapat kita tebak alasannya. Namun pada suatu kenyataan yang pernah terjadi di alam semesta ini, kita akan menemukan suatu pengorbanan yang sangat agung dan mulia; pengorbanan yang tidak pernah ada dan tidak akan pernah ada sampai alam semesta ini berakhir : ada satu pribadi yang mau mengorbankan nyawa bagi orang-orang yang sangat jahat, orang-orang yang sangat durhaka dan bagi orang-orang yang membenci-Nya. Orang-orang itu adalah KITA, dan pribadi itu adalah YESUS KRISTUS.

Kita mungkin sudah tahu bahwa Yesus Kristus rela mati bagi kita karena Dia mengasihi kita. Namun tahukah bahwa : Yesus Kristus rela mati bagi kita saat kita masih begitu jahat kepada-Nya? Jika dalam standar dunia : seseorang akan rela berkorban (bahkan sampai mati) hanya untuk orang-orang yang juga mengasihi dia, maka standar Allah sungguh berbeda : DIA RELA MATI BAGI ORANG-ORANG YANG MEMUSUHI DIA, YANG MENOLAK DIA, YANG DURHAKA KEPADA DIA.

Rom. 5:7-8 : 7) Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar  —  tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati  — .8) Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (TB)

 Terj. versi TSI : 7) Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar  —  tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati  —. 8)  Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

 Terj. versi FAYH : 7) Seandainya kita baik sekalipun, kita tidak dapat mengharapkan seseorang mati untuk kita, walaupun tentunya kemungkinan selalu ada. 8) Tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya yang besar kepada kita dengan mengutus Kristus supaya mati untuk kita pada waktu kita hidup dalam dosa.

Rom. 5:7 menyatakan bahwa dengan standar dunia, sangat sulit bagi seseorang untuk rela mati bagi orang lain walau orang itu baik. Namun pada ayat 8, Rasul Paulus mau menyatakan suatu standar cinta yang sangat besar yang datangnya daripada Allah : Kristus mati untuk kita saat kita masih berdosa. Ya, Tuhan Yesus tidak menunggu kita menjadi baik dulu baru Dia mau berkorban nyawa bagi kita. Kasih Allah melampaui batas manusia. Jika manusia hanya mau berkorban bagi mereka yang mengasihi dia, maka Tuhan mau berkorban bagi manusia yang membenci Dia.

Kita patut bersyukur jika Tuhan mau mengasihi kita terlebih dahulu, sehingga Dia rela berkorban bagi kita saat kita masih berdosa. Jika Tuhan memakai standar manusia : mengasihi manusia jika manusia sudah mengasihi Dia; atau berkorban bagi manusia saat manusia sudah mengasihi Dia, maka kita tentu binasa. Mengapa? Karena siapakah kita ini sehingga dapat mengasihi Allah? Siapakah kita ini sehingga kita dapat memenuhi standar Allah agar dapat disebut : mengasihi Allah? Kita semua telah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Rm.3:23), binasa karena dosa (Kej.2:17), terpisah dari Allah oleh karena dosa. Kerusakan total (Calvin : Total Depravity) membuat kita tidak mampu melakukan kebaikan dan ketaatan yang sesuai standar Allah. Seluruh keinginan diri kita hanyalah melawan Allah dan cenderung berbuat jahat. Lalu, bagaimana kita dapat mengasihi Allah?

Hanya karena kasih karunia semata, sehingga Allah mau berinisiatif untuk mengerjakan keselamatan kita. Setelah Yesus Kristus menebus kita, maka Roh Kudus bekerja sehingga kita dapat beriman kepada-Nya. Setelah itu, barulah Roh Kudus menolong ktia untuk dapat mengasihi Allah. Jadi, kasih dimulai bukan dari diri kita, tetapi dari Allah terlebih dahulu.

Setelah kita menerima kasih Alah, kita juga patut untuk mengasihi Dia. Cinta jangan berat sebelah, kita jangan sekali-kali tetap tingal dalam kedurhakaan. Dengan pertolongan Roh Kudus, marilah kita dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi kita (Mat.22:37).

Sekali lagi kita patut bersyukur, standar Allah bukanlah standar manusia. Kita patut bersyukur karena Allah telah mengasihi kita bahkan sejak kita masih menjadi musuh-Nya. Kita patut bersyukur karena Tuhan Yesus Kristus rela mati bagi kita yang durhaka ini. Saya mengutip satu quotes yang sangat bagus di Instagram : Alkitab adalah satu-satunya kisah ketika Sang Pahlawan mati bagi para penjahatnya (postingan IG dari akun @yesusinside).

Terpujilah Allah! Soli Deo Gloria!

Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar