Minggu, 01 Maret 2026

SILSILAH YESUS KRISTUS (Mat. 1:1-17 ; Luk. 3:23-38)

 


Kitab Perjanjian Baru yang dimulai dengan Injil Matius, didahului oleh Silsilah Yesus Kristus. Silsilah sendiri memiliki pengertian : daftar atau catatan terstuktur yang menghubungkan kekerabatan antaranggota keluarga berdasarkan garis keturunan. Silsilah menelusuri leluhur dari generasi terdahulu hingga keturunan saat ini untuk melacak sejarah keluarga, menjaga warisan, atau mengenali hubungan darah.

Lalu, mengapa Perjanjian Baru mencantumkan silsilah Yesus Kristus? Apa pentingnya hal ini?

Silsilah Yesus Kristus dicatat dalam 2 Injil, yaitu dalam Injil Matius 1:1-17 dan Injil Lukas 3:23-38. Jika kita melihat, ada perbedaan-perbedaan silsilah yang tercatat dalam kedua Injil ini :

1.    Ujung silsilah pada Injil Matius berada pada Abraham (Mat. 1:2), sedangkan ujung silsilah pada Injil Lukas (walaupun dicatat secara terbalik) berada pada Adam (Luk.4:38).

2.    Ada perbedaan urutan silsilah dari Matius dan Lukas, yaitu urutan silsilah setelah Raja Daud. Pada Injil Matius, nama anak Daud yang dicatat adalah Salomo (Mat. 1:6), sedangkan pada Injil Lukas, nama anak Daud yang dicatat adalah Natan (Luk.4:31). Ini menyebabkan adanya perubahan garis keturunan setelah Daud sampai pada kakek Tuhan Yesus.

Bagaimana menjawab perbedaan ini? Kedua perbedaan ini sengaja dibuat dengan maksud tertentu :

1.    Ujung silsilah pada Injil Matius berada pada Abraham. Ini bertujuan untuk menunjukkan kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah benar-benar keturunan Abraham (karena Injil Matius sendiri ditujukan untuk orang-orang Yahudi). Sedangkan ujung silsilah pada Injil Lukas berada pada Adam, ini bertujuan untuk menunjukkan kepada orang-orang non Yahudi bahwa Yesus Kristus datang untuk menebus semua umat manusia, bukan hanya orang Yahudi / orang Israel saja (karena Injil Lukas sendiri ditujukan untuk orang-orang non Yahudi – bdk. Tujuan Injil Lukas adalah ditujukan untuk Teofilus yang adalah non Yahudi).

2.    Perbedaan cabang silsilah pada kedua Injil ini karena adanya perbedaan penekanan penulisan:

a.    Injil Matius menekankan pada Yesus sebagai Raja. Itu sebabnya Dia mengambil jalur silsilah pada Salomo, yang adalah jalur keturunan Raja Israel – Yehuda, untuk membuktikan bahwa Yesus adalah benar-benar keturunan Raja . Sedangkan Injil Lukas menekankan pada Yesus sebagai manusia, sehingga penekanan penulisan silsilah dari Lukas tidak pada garis keturunan Raja, melainkan menekankan pada garis keturunan sebagai manusia. Itulah sebabnya Lukas mencatat garis keturunannya sampai kepada Adam, untuk membuktikan bahwa Yesus adalah benar-benar menusia sejati keturunan Adam.

b.    Ini menimbulkan adanya perbedaan garis keturunan pada kakek Yesus Kristus : Injil Matius : Yakub (Mat.1:16), Injil Lukas : Eli (Luk.4:23). Lalu siapa sebenarnya kakek Yesus? Menurut para penafsir, Yakub adalah kakek Yesus dari ayahnya Yusuf, sedangkan Eli adalah kakek Yesus dari ibunya Maria. Walaupun dalam Lukas dikatakan orangtua Yusuf adalah Eli, ini disebabkan oleh penulisan Alkitab yang ada pada tradisi Patriarki, yaitu tradisi masa itu yang lebih menonjolkan laki-laki daripada perempuan.

Mengapa hanya Matius dan Lukas yang mencatat silsilah Yesus Kristus? Seperti yang telah dijelaskan di atas, Matius menulis Injil dengan menekankan pribadi Yesus Kristus sebagai Raja, Lukas menulis Injil dengan menekankan pribadi Yesus Kristus sebagai Manusia, Markus menulis Injil dengan menekankan pribadi Yesus Kristus sebagai hamba, sedangkan Yohanes menulis Injil dengan menekankan pribadi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Matius menulis silsilah Yesus Kristus untuk membuktikan bahwa dia benar-benar seorang Raja. Lukas menulis silsilah Yesus Kristus untuk membuktikan bahwa dia benar-benar seorang manusia sejati yang diperanakkan. Markus tidak menulis silsilah Yesus Kristus karena sebagai seorang hamba, Yesus silsilah itu tidak penting. Tidak ada orang yang peduli pada asal-usul seorang hamba, karena hamba hanya bertugas untuk melayani. Sedangkan Yohanes tidak menulis silsilah Yesus Kristus karena Dia adalah Tuhan; Tuhan tidak memiliki silsilah, tidak diperanakkan dan tidak memiliki awal dan akhir. Dia ada sejak dari kekekalan (bdk. Yoh.1:1).

Lalu, apa yang bisa kita renungkan dari penulisan silsilah Yesus Kristus?

1.    Tuhan selalu menepati janji-Nya

1)         Tuhan menepati janji-Nya untuk melakukan misi penyelamatan manusia, dengan mengutus seorang penebus yang akan menyelamatkan manusia dari cengkaraman iblis. Sejak manusia jatuh dalam dosa, tidak menunggu 1-2 tahun, bahkan tidak sampai hitungan hari – hanya hitungan beberapa saat saja – Tuhan langsung menubuatkan misi penyelamatan yang akan Dia lakukan untuk menyelamatkan manusia dari cengkraman Iblis dan hukuman dosa.

Kej.3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Janji Tuhan akan kedatangan Sang Penyelamat dari keturunan Hawa dinubuatkan sesaat setelah manusia jatuh ke dalam dosa. Tuhan tahu bahwa manusia tidak mampu untuk menyelamatkan dirinya dari hutang dosa; Tuhan tahu bahwa manusia tidak mampu menyelesaikan permasalah dosa ini, sehingga Dia harus turun tangan : menjadi manusia yang lahir dari keturunan manusia untuk menjadi penebus dosa manusia (bacaan rujukan mengenai Allah turun tangan : https://charlesdubu.blogspot.com/2023/12/allah-turun-tangan-sebuah-renungan-natal.html?m=0 )

Nubuat Allah ini pada akhirnya Dia genapi, saat Allah Anak sebagai pribadi kedua Tritunggal lahir sebagai manusia sejati yaitu Yesus Kristus yang lahir dari perawan Maria, yang adalah keturunan dari Hawa. Hal ini dibuktikan oleh silsilah Yesus Kristus  yang telah dicatat oleh Lukas, dimana dari catatan silsilah tersebut, jelas terbukti bahwa Yesus benar-benar keturunan Adam dan Hawa. Tanpa adanya silsilah ini, tidak ada bukti bahwa Yesus adalah keturunan Adam dan Hawa, sehingga tidak ada pula bukti bahwa Tuhan telah menggenapi nubuatnya pada Adam dan Hawa saat mereka jatuh dalam dosa.

2)       Tuhan menepati janji-Nya kepada orang-orang beriman di Perjanjian Lama.

·      Janji kepada Abraham

Kej. 2:16-18 : 16) kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri  —  demikianlah firman TUHAN  — : Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, 17) maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. 18) Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."

Selain menerima berkat jasmani, Abraham juga dijanjikan berkat bahwa melalui keturunannya semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. Ini bukan merujuk pada Israel – melainkan kepada satu Pribadi yang akan diturunkan oleh Abraham melalui Israel, yaitu Yesus Kristus. Melalui Silsilah Yesus menurut Injil Matius dan Lukas, jelas bahwa Tuhan telah menepati janji-Nya kepada Abraham. Hal ini juga berlaku bagi Ishak dan Yakub.

 ·      Janji kepada Yehuda dan Daud

 Kej. 49:10 Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

 2 Sam. 7:12-13 : 13) Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. 13) Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.

Dua janji ini Tuhan berikan kepada Yehuda dan Daud. Darimana kita tahu bahwa ini adalah nubuat bahwa Yesus Kristus akan lahir dari keturunan Yehuda & Daud? Jika kita memperhatikan dengan baik, kedua janji ini memiliki isi yang sama : takhta kerajaan tidak akan berlalu dari keturunan Yehuda dan Daud. Padahal kalau kita membaca dengan baik sejarah kerajaan Israel, setelah pecah menjadi 2 – Kerajaan Israel dan Kerajaan Yehuda – kerajaan Yehuda yang diperintah oleh keturunan  Yehuda & Daud pada kenyataannya harus runtuh pada zaman Zedekia setelah Nebukadnezar menaklukkan Yerusalem. Lalu apa maksud dari janji Tuhan kepada Yehuda dan Daud? Janji Ini tidak lain dan tidak bukan merujuk kepada Yesus Kristus, yang akan menjadi Raja di atas segala raja, yang pemerintahan-Nya bersifat kekal dan tidak terbatas waktu dan zaman. Kerajaan Yesus Kristus yang bersifat kekal inilah yang dikatakan Tuhan dalam janji-Nya sebagai “Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda” dan “Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya”. Melalui Silsilah Yesus menurut Injil Matius, jelas bahwa Tuhan telah menepati janji-Nya kepada Yehuda dan Daud.

2.    Tuhan menjaga janji-Nya sehingga teruji melewati segala peristiwa sejarah dalam sepanjang zaman dan waktu serta kondisi, dan tidak ada yang mampu menggagalkan

1)       Dalam perjalanan zaman, berulang kali iblis mencoba untuk menggagalkan janji Tuhan untuk mengutus Yesus Kristus dalam dunia namun selalu gagal karena Tuhan menjaga penggenapan janji-Nya kepada manusia.

·      Er dan Onan yang berusaha memutus rantai keturunan Yehuda -  Iblis berusaha menggagalkan kedatangan Kristus lewat kedua anak Yehuda ini. Tidakan Er yang penuh dosa dan Onan yang tidak mau memberi keturunan bagi kaum Yehuda membuat peluang janji Allah bahwa Kristus akan datang dari keturunan Yehuda nyaris menjadi hilang. Namun Tuhan menjaga janji-Nya tetap terlaksana, sehingga walaupun kedua anak Yehuda ini mati dihukum Tuhan, rantai keturunan Yehuda tetap dilanjutkan lewat anak Yehuda dari menantunya Tamar, yaitu Peres (Kej. 38:1-30; Mat.1:3).

·      Firaun yang berusaha memperbudak bangsa Israel untuk selama-lamanya dengan membunuh bayi-bayi Israel yang baru lahir – Iblis berusaha menggagalkan kedatangan Kristus lewat Firaun. Tindakan membunuh bayi-bayi dan menahan bangsa Israel untuk tetap diperbudak membuat peluang datangnya Juruselamat menjadi hilang. Namun Tuhan menjaga janji-Nya tetap terlaksana, sehingga Dia mengutus Musa untuk membebaskan Israel

·      Ratu Atalya yang berusaha memutuskan rantai keturunan Daud saat dia berencana memusnahkan semua keturunan Daud - Iblis berusaha menggagalkan kedatangan Kristus lewat Atalya. Tindakan membunuh semua keturunan Daud membuat peluang janji Allah bahwa Kristus akan datang dari keturunan Daud nyaris menjadi hilang. Namun Tuhan menjaga janji-Nya tetap terlaksana, sehingga Atalya gagal membunuh salah satu keturunan Daud yaitu Yoas, sehingga Atalya dihukum mati dan Yoas menjadi raja Yehuda meneruskan keturunan Daud (2 Taw.22:10-12; 23:1-21).

Catatan : Memang dalam silsilah Yesus Kristus menurut Injil Matius, nama Yoas tidak tercantum – ada 3 lompatan dari raja Yoram ke raja Uzia / Azarya (Mat.1:8-9) – namun jika kita menelusuri catata kitab 2 Raja - Raja dam 2 Tawarikh, kita dapat menemukan fakta bahwa Uzia / Azarya adalah cucu dari Yoas. Mengapa hal ini dilakukan Matius, saya belum mendapat penjelasan pasti. Tetapi faktanya, garis keturunan Daud dalam kerajaan Yehuda terus berlanjut dalam diri Uzia / Azarya.

·      Haman yang berusaha melakukan pembunuhan massal pada bangsa Yehuda di Kekaisaran Persia - Iblis berusaha menggagalkan kedatangan Kristus lewat Haman. Rencana pembunuhan massal yang dia rancang untuk bangsa Yehuda dapat menggagalkan kedatangan Kristus lewat keturunan Yehuda. Namun Tuhan menjaga janji-Nya tetap terlaksana, sehingga Ester melakukan tindakan heroik yang membebaskan bangsa Yehuda dari pembunuhan massal. Pada akhirnya, Haman dihukum gantung oleh Ahasyweros dan bangsa Yehuda terluput dari pemusnahan, sehingga mereka tetap eksis, keturunan Yehuda tetap dapat berlanjut sehingga silsilah Kristus tetap berlanjut dan dapat dilahirkan melalui Kaum Yehuda.

2)       Dalam perjalan zaman dan jatuh bangun kehidupan manusia, Tuhan tetap setia menjaga janji-Nya, baik dalam kondisi senang maupun susah. Tuhan tidak hanya teguh menjaga janji-Nya saat manusia ada dalam kondisi sukacita (seperti pada saat Abraham, Ishak, Yakub, Yehuda, Daud dan Salomo sedang bersukacita karena kebaikan Tuhan), Dia juga teguh menjaga janji-Nya saat manusia ada dalam kondisi berduka. Janji Tuhan tetap teguh saat Adam harus berduka kehilangan Habel yang dibunuh Kain; janji Tuhan tetap teguh saat Abraham dan Sara bersedih karena mandul; janji Tuhan tetap teguh saat Yehuda harus kehilangan kedua anaknya karena mereka berdosa (Kej.38:8-10); janji Tuhan tetap teguh saat  bangsa Israel menangis karena dijajah mesir dan saat anak-anak mereka dibunuh Firaun; janji Tuhan tetap teguh saat Daud berduka karena kehilangan Putra Mahkota Kerajaan Israel – Amnon - karena dibunuh Absalom (2 Sam. 13); janji Tuhan tetap teguh saat bangsa Yehuda berduka karena kehilangan tanah air dan kerajaan saat ditaklukkan Babel; janji Tuhan tetap teguh saat  bangsa Yehuda berduka harus hidup di tanah pembuangan; janji Tuhan tetap teguh saat  bangsa Yehuda ketakutan karena berita rencana pembunuhan massal oleh Haman terdengar. Tuhan tetap hadir dan menjaga janji-Nya baik dalam kondisi sukacita maupun dalam kondisi sukar, dan memberi kepastian bahwa janji-Nya akan tergenapi.

Mengapa Bapa di Sorga begitu serius dalam menjaga dan menepati janji-Nya?

Selain karena itu memang adalah sifat-Nya, semua ini Bapa lakukan semata hanya Karena kasih-Nya yang begitu besar bagi manusia, bagi kita orang-orang pilihan-Nya. Bapa tidak mau kita binasa karena dosa, sehingga Dia mengutus Putra tunggal-Nya menjadi manusia sejati dalam diri Yesus Kristus, untuk menebus sgala dosa kita agar kita selamat. Tuhan benar-benar peduli akan keselamatan kita, sehingga Dia dengan teguh menjaga dan mengatur jalannya segala proses sejarah dan peristiwa dengan ketat, sehingga pada akhirnya Yesus Kristus dapat datang ke dunia. Sekali lagi, semua ini Bapa di Sorga lakukan semata hanya karena kasih-Nya yang begitu besar kepada kita.

Yoh. 3:16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

3.    Yesus Kristus benar-benar Manusia sejati

Seperti yang telah dijelaskan pada poin 1, bahwa adanya penulisan silsilah Yesus dari Adam membuktikan bahwa Dia benar-benar manusia sejati, yang mengalir darah Adam dan Hawa. Yesus Kristus bukan makhluk jadi-jadian yang lahir dari dalam labu / mentimun seperti kisah-kisah legenda, melainkan seorang manusia yang bernar-benar dilahirkan oleh manusia. Mengapa penting bagi kita untuk mengetahui bahwa Yesus adalah benar-benar manusia sejati?

1)    Memberi jaminan dan kepastian bahwa dosa kita telah ditebus dengan tuntas. Ingat bahwa Tuhan tidak dapat menebus dosa manusia jika tidak menjadi manusia sejati (juga bukan setengah manusia – setengah Tuhan). Mengapa? Karena yang berdosa adalah manusia. Maka yang harus membayar hutang dosa manusia haruslah manusia. Namun karena tidak ada manusia yang bisa karena semua manusia sudah berhutang dosa, maka Allah harus menjelma menjadi manusia sejati (yang tidak memiliki dosa) untuk membayar hutang dosa. Itulah sebabnya Allah Anak menjadi manusia sejati dalam diri Yesus Kristus. Jika Tuhan tidak menjadi manusia sejati, maka dosa kita belum ditebus dengan tuntas. Fakta penulisan silsilah Yesus Kristus oleh Lukas telah membuktikan bahwa Dia adalah manusia sejati, sehingga syarat penebusan telah terpenuhi dan telah tuntas. Itu sebabnya Yesus Kristus mengatakan “sudah selesai” saat dia mati di kayu salib (Yoh.19:30). Terpujilah Tuhan!

2)    Dengan adanya fakta bahwa Yesus Kristus adalah manusia sejati, menunjukkan bahwa kita memiliki Tuhan yang imanen, yang benar-benar dekat dengan kita bahkan turun dan tinggal di antara kita, dan mengerti segala keadaan kita. Tuhan kita bukanlah Tuhan yang berpangku tangan di Sorga dan membiarkan manusia mengerjakan keselamatannya sendiri, tetapi Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat peduli pada keadaan kita dan turut merasakan dan mengalami apa yang kita rasakan : lapar, haus, capek, sedih, berduka, miskin, kesepian, dikhianati, diolok, dihina, ditolak dsb. Bahkan lebih daripada itu, kesulitan yang dirasakan manusia karena cobaan-cobaan iblis juga dirasakan oleh Yesus Kristus.

Ibr. 4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Terpujilah Tuhan atas segala kasih dan kepedulian-Nya bagi kita!

3)    Membuat kita semakin merenungkan kasih Tuhan : Dia yang ada di tempat maha tinggi dan maha kudus, rela turun ke dalam dunia terendah dan penuh dosa hanya untuk menyelamatkan saya dan saudara yang sangat berdosa ini.

Flp. 2:5-7 : 5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11) dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Mengosongkan diri disini bukan berarti Yesus Kristus berhenti sebagai Allah atau membuang sifat Ilahi-Nya. Dia ”mengosongkan diri” berarti memilih untuk tidak menggunakan hak-hak ilahi-Nya secara mandiri selama di bumi, demi taat kepada kehendak Bapa di Sorga. Dia rela untuk hidup sebagai manusia yang menderita, agar kita diselamatkan.

4.    Tuhan dapat memakai orang berdosa dan kaum terpinggirkan untuk menjalankan rencana-Nya

Dalam silsilah Kristus, ada beberapa nama yang dicatatkan oleh Matius dan Lukas, memiliki reputasi “merah” dan terpinggirkan menurut catatan Alkitab :

·      Yehuda dan Tamar

Untuk mengetahui keseluruhan kisah Tamar, kita dapat membacanya pada Kej.38:1-30. Fakta bahwa Tamar adalah janda dari anak-anak Yehuda dan menantu Yehuda serta hamil dari Yehuda di luar ikatan pernikahan menunjukkan betapa Yehuda dan Tamar melakukan hubungan seks yang keji di mata Allah. Yehuda berdosa  karena melakukan hubungan seks bebas (karena mengira Tamar sebagai pelacur), dan Tamar berdosa karena  melakukan hubungan seks untuk menjebak Yehuda sebagai balasan karena Yehuda tidak menepati janjinya. Namun Alkitab tidak menyembunyikan hal ini. Sebaliknya, Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa Tuhan tetap mengerjakan karya penyelamatan-Nya lewat hubungan rumit antara mertua dan menantu ini.

·      Rahab

Jika kita memakai kacamata bangsa Yahudi zaman Yesus, maka Rahab adalah orang berdosa dengan skala “combo”. Rahab adalah bangsa kafir (Yerikho) dan pelacur. Sungguh kaum yang sangat dijauhi oleh bangsa Yahudi (keseluruhan riwayat Rahab dapat dibaca di Yosua pasal 2 dan 6). Walau demikian, Alkitab mencatat bahwa Rahab merupakan salah satu dari wanita yang ada dalam garis keturunan Yesus Kristus. Tuhan tetap mengerjakan karya penyelamatan-Nya lewat seorang wanita yang dalam kacamata masyarakat sebagai kaum yang berdosa dan patut dijauhi.

·      Rut

Rut adalah wanita kafir asal Moab yang pada akhirnya menjadi bangsa Israel (keseluruhan kisahnya dapat kita ikuti dalam kitab Rut). Orang seperti Rut ini adalah orang yang terpinggirkan bahkan dijauhi bangsa Israel pada zaman itu. Walau berasal dari bangsa kafir, kesetiaan Rut kepada Naomi  dan tekadnya untuk menyembah Allah Israel membuat dia diberkati Allah; dipertemukan dengan Boas dan menjadi bagian dalam rencana Allah untuk menurunkan Kristus melalui rahimnya.

·      Daud dan Batsyeba

Siapa yang tidak tahu skandal kedua orang ini? Daud dan Batsyeba melakukan perzinahan sampai Batsyeba mengandung, dan Daud membunuh Uria untuk menutupi kejahatan mereka berdua. Tindakan jahat yang menodai sepak terjang Daud sebagai Raja yang takut akan Tuhan seumur hidupnya. Namun melalui pasangan yang bertemu dari hasil perzinahan inilah, Tuhan menurunkan suatu garis keturunan dari Salomo – anak mereka berdua – hingga melahirkan Yesus Kristus ke dunia. Tuhan tetap mengerjakan karya penyelamatan-Nya lewat dua pasangan yang memulai hubungan mereka lewat kejahatan.

·      Raja-raja Yehuda

Beberapa Raja Yehuda yang merupakan nenek moyang Yesus Kristus adalah para penyembah berhala. Rehabeam, Asa, Manasye dan Amon adalah raja-raja yang melakukan penyembahan berhala yang berat di Yerusalem sehingga menyakiti hati Tuhan. Namun dari diri mereka inilah turun suatu keturunan dimana Kristus berasal. Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa Tuhan tetap mengerjakan karya penyelamatan-Nya lewat para penyembah berhala ini.

·      Yusuf dan Maria

Yusuf dan Maria adalah orang miskin. Ini dapat kita lihat dalam Luk.2:21-24 :

Luk. 2:21-24 : 21) Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. 22) Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23) seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah," 24) dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Bandingkan dengan Imamat 12:6-8

Im. 12:6-8 : 6) Bila sudah genap hari-hari pentahirannya, maka untuk anak laki-laki atau anak perempuan haruslah dibawanya seekor domba berumur setahun sebagai korban bakaran dan seekor anak burung merpati atau burung tekukur sebagai korban penghapus dosa ke pintu Kemah Pertemuan, dengan menyerahkannya kepada imam. 7) Imam itu harus mempersembahkannya ke hadapan TUHAN dan mengadakan pendamaian bagi perempuan itu. Demikianlah perempuan itu ditahirkan dari leleran darahnya. Itulah hukum tentang perempuan yang melahirkan anak laki-laki atau anak perempuan. 8) Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba, maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor sebagai korban bakaran dan yang seekor lagi sebagai korban penghapus dosa, dan imam itu harus mengadakan pendamaian bagi perempuan itu, maka tahirlah ia."

Perhatikan bagian yang ditandai dengan warna merah. Fakta bahwa Yusuf dan Maria membawa sepasang burung tekukur / merpati menunjukkan bahwa mereka berdua berasal dari golongan tidak mampu, sehingga tidak dapat membawa domba yang harganya tentu lebih mahal daripada tekukur / merpati.

Orang miskin adalah kaum terpinggirkan yang seringkali tidak mendapat tempat di masyarakat bahkan di dalam kehidupan peribadatan. Namun kita melihat bahwa Tuhan mengutus Yesus Kristus bukan melalui orang kaya, melainkan melalui orang miskin yang terpinggirkan. Tuhan memakai Yusuf dan Maria demi menggenapi janji-Nya dalam mengutus Sang Penebus ke dalam dunia.

Dari fakta-fakta di atas kita dapat merenungkan bahwa :

1)    Tuhan dapat memakai siapa saja yang Dia inginkan untuk melakukan segala rencana-Nya tanpa memandang latar belakang maupun golongan. Demikianlah Tuhan dapat memakai kita untuk melakukan segala rencana-Nya dan untuk memuliakan nama-Nya, tanpa memandang diri kita sebagai orang berdosa dan penuh kelemahan serta kekurangan. Semua ini semata hanya karena anugerah.

2)    Alkitab dengan jujur menceritakan kondisi / keadaan para leluhur Yesus Kristus apa adanya. Matius dan Lukas dituntun Roh Kudus untuk tidak menutupi fakta bahwa Yesus lahir dari leluhur yang penuh dosa, penuh kekurangan dan terpinggirkan.

Pdt. Deky Nggadas : dalam kerangka silsilah itu, menariknya Matius memasukkan beberapa nama wanita sebagai para ibu Yesus : Tamar, Rahab, Rut, “istri  Uria” (Batsyeba) dan Maria… Kisah Tamar & Yehuda yang tidak mendidik. Rahab seorang tuna susila. Rut seorang gentile. Dan Batsyeba yang sengaja disamarkan Matius dengan frase “istri Uria” agar kita jangan melupakan skandalnya dengan Daud. Dengan standar modern, orang bahkan dapat menyatakan bahwa Yesus lahir dari sebuah dysfunctional family. Matius tidak berupaya mengesankan pembacanya tentang betapa sempurnanya kredensi leluhur Yesus. (Pdt. Deky Nggadas  : Christmas and the Mother of Jesus).

3)    Kita melihat, bahwa Yesus tidak lahir dari keluarga yang sempurna, namun penuh dosa, namun ini bukan tanpa alasan. Ini merupakan suatu tanda kasih Allah yang mau mencari, menyelamatkan dan berdamai dengan orang berdosa, karena untuk itulah Dia datang.

Pdt. Deky Nggadas : Natal berarti Allah mengakui kita yang berdosa sebagai keluarga, sebagai saudara, sebagai sahabat-sahabat-Nya. Dia menyelamatkan, menerima, lalu memberi kita kuasa untuk menjadi keluarga-Nya. Dia bahkan tidak malu menyebut kita saudara-saudara-Nya. (Pdt. Deky Nggadas  : Christmas and the Mother of Jesus)

Ibr.2: 11  Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,

Semua hanya karena anugerah-Nya. Terpujilah Tuhan!

Inilah beberapa hal yang dapat kita renungkan dari penulisan Silsilah Yesus Kristus. Matius dan Lukas menulis silsilah ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk menunjukkan betapa besar kasih Tuhan bagi kita manusia, betapa Tuhan dekat dengan kita dan peduli dengan kita. Biarlah perenungan ini semakin membuat kita mengasihi Tuhan oleh karena Dia sudah lebih dahulu mengasihi kita.

 

Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar